BAB 14 MEMAHAMI KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL

14.6 Pengaruh Pajak Terhadap Pendapatan dan Konsumsi (2)

Hitunglah Pajak dengan data berikut ini  !

PT. Sentosa Abadi memperoleh penghasilan kotor di tahun 2013 sebesar Rp10 Miliar, dan Penghasilan Kena Pajak adalah Rp3 Miliar, maka besar pajak PT. Sentosa Abadi menggunakan formula berikut:
(0.25 - (0.6 Miliar/Gross Income)) dikali Penghasilan Kena Pajak.
(0.25 - (0.6 Miliar/10 Miliar)) x 3 Miliar = Rp570 juta (19%)
Namun, perlu dibuat catatan bahwa selama periode tahun 2013, PT. Sentosa Abdi telah menyetor pajak penghasilan karyawan ke kas negara sebesar, Rp200 juta dan PPh Pasal 23 sebesar Rp100 juta. Maka, pajak penghasilan terhutang PT. Sentosa Abadi adalah Rp570 juta - Rp200 juta - Rp100 juta = Rp270 juta. Inilah sisa pajak yang dibayar PT. Sentosa Abadi ke Negara atas pajak penghasilan badan usaha tersebut di tahun 2013. Tentu, ini bisa dicicil dengan meminta persetujuan dari kantor pajak setempat.

Dalam bentuk tebal, berikut adalah ringkasan dari perhitungan pajak penghasilan PT. Sentosa Abadi.
No.
Keterangan
Rp
1
Penghasilan Kotor
10.000.000.000
2
Pengeluaran (Biaya)
7.000.000.000
3
Penghasilan Kena Pajak (PKP) (1-2)
3.000.000.000
4
Kredit Pajak PPh 21
200.000.000
5
Kredit Pajak PPh 23
100.000.000
6
Pajak Penghasilan Badan (.25 - (600.000.000/10.000.000.000)) x (3)
570.000.000
7
Pajak Penghasilan Terhutang ((6)-(4)-(5))
270.000.000


Sumber :

BAB 14 MEMAHAMI KEBIJAKAN MONETER DAN FISKAL

14.6 Pengaruh Pajak Terhadap Pendapatan dan Konsumsi (1)

Bagaimanakah peran pajak terhadap pendapatan Indonesia?
Jawab :
Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, telah kita ketahui bahwa sumber pendapatan Negara ialah dari Pajak, karena Pajak telah menjadi unsur utama dalam menunjang perekonomian, menggerakan roda pemerintahan dan penyedia fasilitas umum bagi masyarakat. Bahkan secara persentase, setidaknya pajak memenuhi kurang lebih 70% Pos penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) beberapa tahun belakangan ini. Hal ini menunjukan bahwa peranan Pajak dalam mewujudkan stabilitas roda kehidupan negeri ini harus makin ditingkatkan, mengingat makin tingginya tuntutan kebutuhan dan makin kompleksnya tantangan jaman, terutama masuknya Era Globalisasi dan berlakunya Central Free Trade Agreement (CAFTA).

Sumber :

BAB 13 MEMAHAMI KONSEP INFLASI DAN PENGANGGURAN

BAB 13.1 INFLASI (2)


Harga jenis barang tertentu pada tahun 2003 Rp. 50.000 dan harga pada tahun dasar Rp. 40.000, maka IHK tahun 2003 adalah...
Untuk menghitung besarnya inflasi terlebih dahulu harus diketahui indek harga konsumen (IHK).  IHK adalah ukuran perubahan harga dari kelompok barang dan jasa yang paling banyak dikonsumsi oleh rumah tangga dalam jangka waktu tertentu.
untuk menghitung IHK digunakan rumus :


Harga sekarang
IHK= ----------------------------------- x  100%
              Harga pada tahun dasar


            50.000
IHK = ---------- x 100% = 125%
            40.000

Rumus untuk menghitung Laju inflasi adalah : 

Laju Inflasi = IHK Periode n - IHK tahun sebelumnya 
IHK bulan Agustus 2009 sebesar 115,34 dan IHK pada bulan september 2009 sebesar 125,30, maka laju inflasi bulan september adalah ....
Jawab :
Laju inflasi = 125,30 - 115,34 = 9.96%

Sumber :

BAB 13 MEMAHAMI KONSEP INFLASI DAN PENGANGGURAN

BAB 13.1 INFLASI (1)

Bagaimanakah pengelompokkan inflasi berdasarkan tingkat keparahan dan penyebabnya ?
Jenis-jenis inflasi bisa kita bedakan berdasarkan tingkat keparahannya, penyebabnya dan berdasarkan asal terjadinya.
1.    Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya
a.    Inflasi rendah. Inflasi dikatakan rendah jika kenaikan harga berjalan sangat lambat dengan persentase kecil, yaitu di bawah 10% setahun.
b.    Inflasi sedang. Suatu negara dikatakan mengalami inflasi sedang, jika persentase laju inflasinya sebesar 10% – 30% setahun.
c.    Inflasi tinggi. Inflasi dikatakan tinggi jika laju inflasinya berkisar 30% – 100% setahun.
d.    Hiperinflasi. Hiperinflasi dapat terjadi jika laju inflasinya di atas 100% setahun. Apabila suatu negara mengalami hiperinflasi, maka masyarakat tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap uang, mereka lebih memilih menukarkannya dengan barang tertentu.

2.    Inflasi Berdasarkan Penyebabnya
Inflasi dapat pula dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu:
a.     Demand-pull inflation
b.    Cost-push inflation
c.    Inflasi Berdasarkan Asalnya
3.    Berdasarkan asalnya inflasi dibedakan menjadi berikut ini.
a.     Inflasi karena defisit APBN. Inflasi jenis ini terjadi sebagai akibat adanya pertumbuhan jumlah uang yang beredar melebihi permintaan akan uang.
b.    Imported inflation. Imported inflation yaitu inflasi yang terjadi di suatu negara, misalnya beberapa barang di luar negeri yang menjadi faktor produksi di suatu negara, harganya meningkat, maka kenaikan harga tersebut mengakibatkan meningkatnya harga barang di negara tersebut.

Sumber :

BAB 12 MEMAHAMI SIKLUS EKONOMI

12.3 Siklus Ekonomi, Kesempatan Kerja dan Inflasi (2)       

Bagaimanakah hubungan siklus ekonomi dengan inflasi dan kesempatan kerja ?
1.    Siklus ekonomi & kesempatan kerja berhubungan positif.
a.    Jangka Pendek Siklus ekonomi = kesempatan kerja= tingkat pengangguran
b.    Asumsi: Teknologi konstan, barang modal tetap, dan tenaga kerja adalah variabel yang berubah.
c.    Jika output riil < output natural tingkat pengangguran meningkat > tingkat pengangguran natural, dan sebaliknya.
d.    Jika output riil = output natural tingkat pengangguran meningkat = tingkat pengangguran natural
2.    Siklus ekonomi & inflasi
Jika output riil < output natural inflasi, dan sebaliknya.

Sumber :

BAB 12 MEMAHAMI SIKLUS EKONOMI

12.3 Siklus Ekonomi, Kesempatan Kerja dan Inflasi (1)

Sebutkan macam-macam siklus ekonomi berdasarkan penjelasan dan contohnya!
Macam-macam siklus ekonomi :
·      Siklus ekonomi sederhana
·       Siklus ekonomi tiga sektor
·       Siklus ekonomi empat sektor

1.    SIKLUS EKONOMI SEDERHANA

 


2.    Siklus Ekonomi 3 sektor
Dalam siklus aktivitas ekonomi 3 sektor terjadi hubungan timbal balik antara rumah tangga konsumsi, rumah tangga produksi dan rumah tangga pemerintah. Sebagai pelaku ekonomi, pemerintah berusaha untuk melakukan produksi terutama jasa-jasa produktif. Dan biaya yang digunakan salah satunya diperoleh dari pajak yang dibayarkan oleh rumah tangga konsumsi dan rumah tangga produksi.



3.    Siklus Ekonomi 4 sektor
Kegiatan ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka karena kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.


Sumber :

BAB 9 MEMAHAMI KONSEP KONSUMSI

9.2 Teori Keynes (2)

Hitunglah fungsi konsumsi dari suatu negara memiliki data-data sebagai berikut:
1. Pada tingkat pendapatan nasional per tahunnya sebesar Rp. 40 milyar, besarnya konsumsi sebesar Rp. 36 milyar per tahun.
2. Pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp. 120 milyar per tahun, besarnya konsumsi per tahunnya Rp. 100 milyar.
Y1 = 40                               MPC   =     60/80      =  0,75
Y2 = 120                             APC1  =     36/40       =  0,9
C1 = 36                               APC2  =     96/120     =  0,8
C2 = 96
Ada beberapa cara untuk menentukan fungsi konsumsi dalam persoalan diatas. Salah satunya dengan menggunakan rumus persamaan garis yang melalui dua titik. Dimana apabila digambarkan dalam diagram, kondisi perekonomian negara tersebut diatas adalah seperti dibawah ini:



PERHITUNGAN:
  C = a + MPC(Y)     
36 = a + 0,75 x 40 
a = 36 – 30
a =  6 
Fungsi konsumsi negara tersebut :   C  =  6 + 0,75Y
Kondisi Breakeven dimana konsumsi sama dengan tingkat pendapatan disposabel: 
C   =   Y 
C   =  6 + 0,75C 
0,25C  =6 
C      =    24 
Pada tingkat konsumsi dan pendapatan nasional sebesar 24 miliar tercapai C = Y

Sumber :