Tampilkan postingan dengan label Karakterku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karakterku. Tampilkan semua postingan

Proaktif

Proaktif

Seseorang yang memiliki sikap proaktif selalu memiliki visi ke depan, memandang masa depan dengan penuh optimisme, selalu aktif dan memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sikap proaktif cenderung mengarah pada tindakan ( action ) yang positif. Tindakan proaktif berbeda dengan tindakan reaktif yang hanya bisa mengumbar keluhan akan keadaannya.
Manusia yang proaktif selalu berpusat pada lingkaran pengaruh, dalam arti hidupnya selalu dipenuhi dengan kata “Menjadi”. Mereka menjadi lebih sabar, menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih penuh kasih sayang, menjadi pendengar yang baik. 

Pada dasarnya, manusia proaktif tidak hanya berangan-angan atau terbuai dengan mimpi mereka.  Namun mereka cenderung  take action untuk  mewujudkan mimpinya, penuh kreativitas, memiliki komitmen yang  kuat untuk meraih kesuksesan.

Adil

Adil



Kita harus mempunyai sifat atau karakter ini didalam setiap individu seseorang dan tidak memihak ke siapa-siapa. Karena saat ini keadilan sudah jarang ditemukan. Banyak keadilan bisa dibeli dengan uang atau disogok.

Keadilan penting karena itu tentang bagaimana caranya agar bisa meleraikan kedua permasalahan tersebut. Dan keadilan yang akan menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita harus melatih dengan diri sendiri untuk bisa adil agar kelak bisa menjadi orang yang adil.

Banyak petinggi-petinggi pejabat keadilan saat ini sudah sulit dipercaya. Karena tidak menjalankan keadilan dengan baik. Itu yang membuah masyarakat kurang percaya terhadap hakim ataupun jaksa.


Kita harus berkomitmen menjaga keadilan atau prinsip kita agar tidak mudah tergoda oleh apapun, termasuk uang atau wanita dalam menjalankan karakter ini. Tentu dengan keimanan yang kuat. Dengan cara terus memperkuat ibadah yang dilakukan terhadap sang maha pencipta.

Kerjasama

Kerjasama



Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan sendiri. Sesuatu yang telah ditetapkan ada kadarnya masing-masing. Ada kalanya semua yang diciptakan Tuhan pasti saling melengkapi antara satu dengan lainnya. Manusia memiliki keterbatasan saat ia harus mengerjakan pekerjaan berat seperti membangun rumah atau gedung sendiri ataupun mendirikan sebuah perusahaan sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk membantu aktifitasnya.


Kerjasama merupakan cara untuk kita dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat dan tidak mmbutuhkan tenaga dan pikiran yang banyak dibandingkan dengan bekerja sendiri. Disamping itu manusia merupakan makhluk sosial yang keberadaannya pasti membutuhkan bantuan orang lain. Kerjasama yang baik adalahh ketika kita dan partner dapat saling berbagi dan bertukar pikiran sesuai dengan konsentrasi yangg diperlukan dengan tidak berat sebelah. Kerjasama dapat memupuk rasa persaudaraan dan kebersamaan yang lebih kuat karena dalam kerjasama kita akan saling mengerti kekurang dan kelebihan satu sama lain dan saling melengkapinya.

Bersemangat

Bersemangat



Di dunia kerapkali manusia menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti. Manusia memiliki batas normal tertentu tentang sejauh mana mereka bisa menghandle dan menghadapi masalah tersebut. Manusia merupakan makhluk sempurna yang Tuhan ciptakan, namun kenyataannya manusia tidak sesempurna itu. Kadangkala manusia tidak luput dari rasa lelah, bosan, stress atau marah terhadap semua yang dihadapinya.

Pribadi setiap manusia memang berbeda-berbeda. Namun ada baiknya juka manusia menanamkan gairah untuk melanjutkan hidup yang tak terpatahkan, atau dengan kata lain “Bersemangat”. Bersemangat merupakan sebuah sikap dimana seseorang mampu mengendalikan diri untuk tetap berfikir positif sekaligus mampu memotivasi dirinya sendiri untuk dapat terus bangkit dan menghadapi segala rintangan.

Setiap orang tentunya dapat bersikap semangat untuk dirinya sendiri bahkan mampu juga untuk menyemangati orang lain. Memunculkan rasa semangat memang tidaklah mudah, kita sendiri yang dapat mengontrol diri untuk tetap melanjutkan hidup. Jika kita jatuh dan bangkrut, tidak ada yang dapat kita lakukan kecuali bangkit dan bersemangat memandang hari esok. Jika kita tidak semangat dalam belajar, bekerja bahkan beribadah, kita harus tetap bersemangat melakukannya dengan niat yang kuat karena suatu hari nanti kita akan menerima konsekuensinya. Jadilah generasi yang bersemangat karenna semangat tidak akan membuat kita rugi 0,0001% pun.


Salam Generasi Semangat :) :)!!!

Mengendalikan Diri


      Manusia merupakan makhuk ciptaan Tuhan yang memiliki emosional dengan taraf yang erbeda-beda. Sebagai makhluk yang sempurna, manusia di tuntut untuk dapat mengimbangi situasi dan kondisi. Emosi dapat berupa marah, suka, dengki, bahagia, benci, cinta dan sebagainya
        Mengendalikan diri berarti dapat menahan diri terhadap situasi yang dapat memancingemosi ataupun nafsu. Mengendalikan diri dalam kehidupan sehari-hari misalnya tidak mencaci maki orang yang mengejek kita, menahan diri dari hawa nafsu untuk mencuri ketika tidak memiliki uang dan masih banyak lagi.
      Apabila iman sesorang semakin kuat, maka kita akan semakin dapat mengendalikan diri, mengontrol segala ancaman negatif yang datang. Sebagai muslim yang baik, kita hendaknya dapat meningkatkan iman agar dapat menahan emosi dan mengendalikan nafsu serta menanamkan keyakinan bahwa mengendalikan diri akan mendekatkan pada surga.

Mengambil Resiko


  Manusia memiliki dua urusan yang harus dipertanggungjawabkan selama ia masih hidup. yaitu urusan duniawi maupun urusan akhirat. Semua keputsan yang diambil dalam hidup pasti memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungan dan kerugian itulah yang harus diterima, karena mau tidak mau pasti kita akan menghadapinya.
      Tidak seharusnya kita lari dari resiko yang kita peroleh dari apa yag kita lakukan, baik buruk maupun baik. Kita harus siap mengambil resiko karena itu merupakan wujud pertanggungjawaban. Jika kita tidak sanggup mengambil resiko tersebut, maka akan banyak lagi masalah yang berdatangan dan akan muncul banyak resiko yang harus ditanggung.
     Berani mengambil resiko dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menerima hukuman saat ditilang polisi, atau pelanggaran lainnya. Berani mengambil resiko memberntuk pribadi yang bermoral dan disiplin.


Memiliki Prinsip Hidup


     Dalam menjalanikehidupan sehari-hari manusia digeraki oleh akal dan hati nurani. Setiap manusia pastilah memiliki target hidup. Dengan pengimbangan akal dan hati nurani, serta tekad yang kuat, target yang telah ditetapkan bisa saja terwujud. Namun dalam mencapai target tersebut diperlukan pegangan hidup dan sikap-sikap dasar yang harus dipertaankan. Antara lain yang dimaksud yaitu memiliki prinsip hidup.
    Menurut sejarah orang sukses, orang yang memiliki prinsip hidup dan berkomitmen atas prinsipnya, itulah orang yang akan mencapai targetnya terlebih dahulu. Prinsip hidup sangat perlu dimiliki seseorang agar menjadi ciri khas, memiliki kemampuanmenolak yang salah dan menerima yang benar sesuai dengan prinsip dan memudahkan mencari jalan keluar dari setiap masalah yang ada.
     Selain itu prinsip hidup juga mengantarkan seseorang pada kemantapan diri, sehingga kepribadian orang tersebut tidak akan tergoyah. Prinsip hidup harus dimiliki oleh setiap orang. Janganlah menjadi tumbuhan yang mudah dibelokkan oleh angin. Jika seseorang prinsipnya tidak kokoh, maka mereka akan gagal dalam beberapa atau bahkan segala urusan. Sebagai makhluk Tuhan kita harus memiliki prinsip hidup dan komitmen terhadap prinsip tersebut, karena prinsip hidup adalah jalan menuju kesuksesan dan jalan menuju surga sang Khaliq.

Peduli


     Manusia diciptakan Tuhan dengan berbagai kelebihan dan perbedaan dari semua makhluk Tuhan lainnya. Yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya yaitu memiliki cipta, rasa dan karsa. Salah satu yang teristimewa adalah manusia memiliki rasa. Manusia dianugerahi Tuhan preasaan, hati peka dan tulus serta batin. Setiap manusia bisa saja menjadi luluh karena suatu hal. Manusia bisa jadi peduli akan suatu hal yang terjadi pada diri orang lain.
     Manusia memang harus memiliki kepekaan, khususnya dalam hal peduli. Sikap peduli yang dasar yaitu saat kita memiliki pasangan hidup atau tertarik pada lawan jenis. Pastinya kita akan peduli akan setiap tingkah laku dan apa saja yang terjadi padanya. Setiap manusia pasti memiliki rasa peduli, hanya saja tidak semua orang berani bertindak akan rasa peduli yang dirasakannya itu.
     Contoh dasar lain misalnya peduli terhadap tumbuhan, hewan dan alam ciptaan Tuhan. Peduli terhadap tumbuhan contohnya menyirami tumbuhan yang kering, tidak menginjak-nginjak rumbut, tidak melukai tubuh tanaman dan sebagainya. Peduli terhadap hewan misalnya tidak memburu hewan langka lalu membunuhnya. Peduli terhadap alam yaitu tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar hutan secara liar dan lain-lain.
     Konsep pedili sebenarnya akan berlanjut menjadi simpati dan empati jika seseorang mendalami rasa peduli itu. Peduli terhadap manusia yaitu contohnya peduli terhadap korban bencana alam dan menyalurkan bantuan kepada mereka. Sikap peduli bukan hanya berdiam diri, tetapi harus bertindakjuga. Jika kita jauh dari sikap peduli, maka kita sama saja mendekatkan diri pada sikap autisme yang cuek akan lingkungan sekitar. Sebagai seseorang yang terdidik dan terpelajar, sikap peduli itu wajib dimiliki.

Mampu Beradaptasi



     Memiliki fleksibelitas dan dinamisitas terhadap lingkungan pergaulan merupakan idaman setiap orang. Tidak semua prang mudah nyaman dan mampu berkembang dalam waktu singkat ketika menemui lingkungan yang baru. Adaptasi diperlukan oleh setiap orang karena pada hakikatnya bukan lingkungan yang melakukan adaptasi terhadap diri tetapi diri kitalah yang harus mampu beradaptasi terhadap lingkungan.
   Sikap adaptasi tidak hanya diperuntukkan untuk lingkungan, tetapi juga diperlukan untuk sosial, pekerjaan, hobby, teman-teman baru ataupun aktivitas baru. Adaptasi yang baik akan memberikan efek yang baik juga terhadap hasil dari apa yang telah kita lakukan. Rata-rata orang yang sulit beradaptasi tidak akan berhasil dalam segala aspek yang dijalaninya. Adaptasi itu mudah, karena adaptasi datang bukan karena paksaan tetapi datang secara nalariah dari pikiran dan kepribadian.
     Adaptasi dapat dimulai dengan membangun komunikasi y ang baik dan mencoba mencari kesamaan. Hal mudah seperti itu akan sangat membantu dalam mengembangkan diri di lingkungan baru. Mampu beradaptasi membawa dampak baik bagi yang melakukannya. Keuntungannya antara lain memiliki banyak teman, karir menigkat, mendapatkan inovasi, mendapat inspirasi dan memperoleh skill yang lebih dari kegiatan belajar di lingkungan.

Berkepribadian Menarik


     Manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda, baik kondisi fisik maupun kondisi psikisnya. Hal tersebut digunakan untuk menjadi pembeda antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Kondisi psikis yang dimaksud antara lain kepribadian, emosional dan sebagainya. Kepribadian disini maksudnya ialah bagaimana seseorang dapat menjadi dirinya sendiri dan merupakan sifat batiniah dimanan orang lain dapat ikut menilainya.
     Memiliki kepribadian menarik adalah hal yang diinginkan oleh semua orang. Kepribadian dapat perlahan dibentuk namun akan sulit diubah karena telah menjadi salah satu kebiasaan yang terekam dalam otak manusia. Sikap loyal kepada teman, memiliki selera humor yang baik, mampu mencuri hati dan pandai megambil keputusan merupakan contoh dari kepribadian menarik.
    Seseorang hendaknya memiliki kepribadian yang menarik karena hal tersebut diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pergaulan, mencari pekerjaan, memimpin perusahaan, menjadi anggota organisasi masyarakat dan lain-lain. Tidaklah baik memiliki kepribadian yang negatif, seperti perusak, berprasangka buruk, penghasut, parasit dan sebagainya, karena orang seperti itu pastilah akan merugi dan sedikit peluangnya untuk dapat diterima di segala instansi, baik instansi kemasyarakatan, perusahaan ataupun pemerintahan.
     Pada dasarnya memiliki kepribadian menarik memiliki berbagai keuntungan antara lain disegani banyak orang, pergaulan semakin luas, dihormati banyak orang, dipercaya dan yang jelas akan menjamin kehidupan yang layak dimasa yang mendatang.


Jujur



     Manusia yang jujur adalah manusia yang beruntung. Beruntung yang dimaksud adalah mempunyai banyak teman, dipercaya, tidak dicurigai dan hidupnya akan tenang serta bahagia. kita harus mampu mengasah dan meningkatkan kredibleitas agar hidup kita semakin berguna. Kredibelitas yang dimaksud adalah sudah seberapa mampukah kita dipercaya orang lain, sudah seberapa transparankah kita sebagai pemimpin dan apakah tindakan yang kita lakukan itu menipu atau merugikan orang lain. Jujur seharusnya menjadi hal yang mutlak unuk dimiliki setiap orang. Jujur merupakan indikator seseorang bahwa ia bukanlah orang yang munafik.
    Saya adalah termasuk orang yang jujur. Saya selalu berkata sesuai dengan apa yang terjadi dan saya senantuiasa tidak pernah mencontek atau berbuat curang pada saat ujuian maupun ulangan. Semua tugas, hasil ujian, ulangan dan tes-tes lainnya saya kerjakan sendiri tanpa tengok kanan kiri.
      Apabila kita jujur, insha Allah hidup kita akan tenang, tidak dihantui rasa bersalah. Allah juga akan memberi balasan kepada orang-orang yang jujur. Seseorang yang jujur nilainya sangat berharga dan tidak akan tergantikan oleh apapun. Yang membuat saya senantiasa berlaku jujur adalah saya selalu ingat bahwa Allah selalu mengawasi saya, Allah tidak pernah tidur dan apabila saya melakukan kebohongan hati saya selalu gelisah dan tidak pernah tidur. Oleh karena itu saya selallu mengamalkan nilai kejujuran.

Mengenal Diri


     Nama saya Nurulita Rahayu, biasa dipanggil Lita. Saya adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Ayah saya bernama Achmad Arifien. Saya dilahirkan oleh seorang Ibu bernama Kundari Aningsih tepat pada tanggal 19 Agustus 1996, di Tangerang.
    Pada hakikatnya, agama telah mengajarkan dan menerangkan bahwa manusia diciptakan dengan tujuan agar manusia menajdi seorag pemimpin/khalifah di muka bumi. Manusia sebagai khalifah maksudnya adalah manusia dituntut untuk senantiasa mampu menjaga dan memelihara bumi beserta isisnya serta mampu memimpin diri sendiri dan orang lain. Sejak saya duduk di sekolah dasar, saya sudah diajarkan tentang hal tersebut dan lambat laun saya semakin memahaminya. Manusia juga diciptakan oleh Allah SWT dengan berbeda-beda jenis, rupa dan kepribadian. Potensi yang dimiliki masing-masing manusia juga berbeda-beda. Kita harus mengenal masing-masing potensi diri agar mampu beradaptasi,bersosialisasi dan menjadi manusia yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
    Seperti halnya diri saya sendiri, selain saya harus memahami potensi diri, saya juga harus memahami kelebihan dan kekurangan saya. Kelebihan saya antara lai pandai berbicara di depan orang banyak, terutama dalam hal presentasi, tanggungjawab, berani dan mandiri. Sedangkan kekurangan saya adalah pemalas dan tidak dapat mengatur waktu dengan baik.
    Untuk mengembangkan kelebihan saya, saya sering menjadi moderator dalam presentasi dan mengembangkan kosakata dengan memperluas jenis bacaan buku. Untuk meminimalisir kekurangan saya, saya mebuat jadwal agar kegiatan sehari-hari saya lebih teratur.
      Dalam menjalani hhidu, saya menggunakan hati nurani sebagai pelita hidup dan akal sehat untuk berfikir jernih. Hati nurani mampu menjaga saya dari perbuatan keji dan munkar, serta dapat lebih membuat saya dekat dengan Allah SWT sang Khaliq. Jika saya melakukan kesalahan, saya cenderung akan mudah menyadarinya lebih cepat karna daya intropeksi saya kuat.
     Dalam melangsungkan kehidupan di dunia, saya juga harus mampu menempatkan diri sebagai hamba Allah SWT, sebagai khalifah di muka bumi dan mampu beradaptasi dalam pergaulan sehari-hari dengan manusia yang beragam karakternya.


Disiplin

     
     Disiplin merupakan suatu sikap yang tidak semua orang miliki. Pelajaran mengenai kedisplinan dapat ditemui di sekolah, keluarga ataupun instansi formal maupun non formal lainnya. Terkadang masyarakat Indonesia menyepelekan arti dan makna disiplin. Peyakit orang Indonesia adalah tidak dapat menepati waktu dan janji yang telah disepakati, padahal itu merupakan prinsip dasar disiplin. Orang yang menanamkan nilai disiplin itu hidupnya akan lebih terarah.
     Disiplin dapat dimulai dengan taat dan mematuhi segala peraturan yang ada. Seharusnya Indonesia dapat mencontoh negara-negara yang lebih dulu unggul dan maju dari bangsa Indonesi, seperti halnya Jepang. Secara global masyarakat dunia telah mengetahui bahwa negara Jepang adalah sebuah negara yang berlandaskan keteraturan dan kedisiplinan. Masyarakat Jepang sudah terbiasa dengan mematuhi  segala peraturan dan komitmen terhadap janji yang mereka buat.
     Sebetulnya menanamkan disiplin itu sangat mudah, yaitu dimulai daengan rajin beribadah dan melaksanakannya di awal waktu. Di sisi lain disiplin beribadah merupakan suatu keajiban seorang hamba kepada Tuhannya.
     Seharusnya bangsa Indonesia dapat mengambil nilai-nilai positif dari negara maju dan lebih memahami manfaat disiplin untuk masa depan. Dampak dari disiplin sangat terasa jika sudah menginjak dunia perkantoran atau instansi formal lainnya. Orang yang disiplin hidupnya akan lebih teratur dan terarah, karena disiplin merupakan jembatan yang menghubungkan tujuan dengan pencapaian.
     Dalam hal disiplin, saya termasuk golongan pertengahan. Saya selalu patuh terhadap segala peraturan yang ada, hanya saja saya dapat kurang membagi-bagi waktu. Kedepannya saya akan lebih menghargai waktu dan menjadwalkan apa yang harus saya lakukan sesuai target.

Tanggung Jawab

   
     Manusia diciptakan oleh Tuhan tidak dengantujuan yang sia-sia. Setiap umat yang telah lahir ke dunia pasti memiliki pertanggung jawaban kepada Tuhannya atas apa yang telah dilakukannya. Pertanggungjawaban itulah yang menentukan apakah ia akan masuk surga atau neraka setelah masa hisab berakhir.
     Manusia harus dapat menjalin hubungan baik dengan Tuhannya dan juga dengan sesama manusia. Hubungan baik yang dijalin dengan sesama manusia harus dilandaskan atas dasar suka sama suka. Dalam menjalin hubungan dan interaksi sosial kerap kali terjadi cekcok ataupun berbuat salah. Sebagai masyarakat yang madani, jika melakukan kesalahan maka harus mempertanggungjawabkannya dan menerima akibat dari apa yang telah ia lakukan. Dengan bertanggungjawab, hidup kita akan tenang dan tidak ada masalah lain yang akan muncul. Oleh karena itu tanggungjawab merupakan upaya untuk memulai menyelesaikan hal agar berdampak baik.
     Jika kita berhadapan oleh suatu masalah , memang terlintas dua pilihan di pikiran kita untuk menghadapi masalah tersebut, yaitu pasrah atau berubah. Jika kita pasrah memang maslaah telah selesai, tetapi tidak ada solving untuk kedepannya. Oleh karena itu kita dituntut untuk melakukan perubahan agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Jangan pernah lari dari tanggungjawab karena tanggungjawab merupakan upaya penerapan untuk perbaikan diri.
     Selama ini saya rasa, saya sudah menerapkan sikap tanggungjawab. Saya tidak pernah lari dari masalah yang ada dan bersedia menerima konsekuensi. Untuk kedepannya saya akan memperahankan keberanian saya untuk lebih konsekuen dan mantap terhadap dampak dari apa yang telah saya lakukan