Tampilkan postingan dengan label Seputar Teknik Industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Teknik Industri. Tampilkan semua postingan

Penyerapan Biodiesel di Bawah Target


Penyerapan Biodiesel di Bawah Target

Sumber: Kontan Harian (http://www.kemenperin.go.id/)

JAKARTA. Penyerapan biodiesel dalam negeri tahun 2014 dipastikan di bawah target. Hingga akhir tahun, penyerapan biodiesel dari Pertamina diproyeksikan hanya 2,4 juta kilo liter (kl). Angka ini masih di bawah target awal yang sebesar 3,3 juta kl.
Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menjelaskan, tidak tercapainya target penyerapan karena proses pengadaan biodiesel oleh PT Pertamina terlambat. "Selain itu, masih ada keterbatasan infrastruktur di wilayah Indonesia timur," katanya, Kamis (11/9).
Seperti diketahui, pelaksanaan tender pengadaan biodiesel sebagai implementasi mandatori campuran bahan bakar solar sebesar 10% (B10) selama ini cukup alot. Sebab, ada tarik ulur kesepakatan harga antara perusahaan pelat merah itu dengan kalangan pengusaha biodiesel.
Hingga kali ketiga pelaksanaan tender, Pertamina selalu mengacu pada harga solar internasional Mean of Platts Singapore(MOPS). Padahal selama ini, produsen biodiesel menginginkan harga berdasarkan pergerakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) plus biaya produksi.
Meski seret, namun Dadan bilang, penyerapan biodiesel tahun ini sudah naik signifikan. Bila dibandingkan tahun 2012, penyerapannya sudah meningkat hingga 100%. Tahun depan, penyerapan biodiesel ditargetkan 4 juta kl. Bahkan, di tahun 2015, mandatori akan akan dinaikkan menjadi 20%, sehingga dapat menyerap sebanyak 8 juta kl biodiesel. Dengan penyerapan tersebut, porsinya akan mencapai 25%-30% dari produksi minyak sawit nasional.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Togar Sitanggang mengatakan, meski dalam pelaksanaan tender biodiesel selalu ada perbaikan penetapan harga, namun implementasinya tetap berdasarkan business to business. Padahal berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2185 K/12/MEM/2014 tentang perubahan kedua atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 0219 K/12/MEM/2010 tentang harga indeks pasar bahan bakar nabati (biofuel) yang dicampurkan ke dalam jenis bahan bakar minyak tertentu, harga biodiesel didasarkan pada MOPS rata-rata periode satu bulan sebelumnya ditambah 3,48%.
Dalam kebijakan tersebut juga disebutkan bahwa penetapan harga biodiesel yang baru tersebut sudah termasuk dengan biaya pengangkutan biodiesel dari titik suplai produsen ke di titik terminal BBM utama.

Penyerapan minim
Namun, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga pesimistis target penyerapan biodiesel dalam negeri akan tinggi. Perhitungannya, hingga akhir tahun, penyerapan biodiesel domestik maksimal hanya sekitar 1,8 juta kl.
Sahat menilai, seharusnya bila semangat dari implementasi mandatori biodiesel ini adalah untuk mengamankan devisa negara, seharusnya pengusaha lokal diberikan insentif berupa harga beli tinggi. "Seharusnya kalau tujuannya menghemat devisa, seharusnya (penetapan harga) tidak masalah," ujar Sahat.
Mengutip data Kementerian ESDM, produksi biodiesel dalam negeri hingga semester I baru mencapai 1,7 juta kl. Dari jumlah tersebut, sebanyak 801.000 kl diekspor, sedangkan penggunaan dalam negeri 902.000 kl.


MS Hidayat, Menteri Perindustrian mengatakan, perlu adanya intervensi pemerintah agar produsen biodiesel lokal tertarik untuk menjual ke pasar domestik. "Harus ada intervensi dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengenai harga," ujarnya.

Teknik Industri Mercubuana

PROFIL

Deskripsi Program Studi 
Dengan keunikan dan karakteristik yang dimiliki oleh sarjana Teknik Industri menyebabkan jurusan ini merupakan salah satu jurusan yang paling diminati dan dicari di bursa lapangan kerja. Hal ini disebabkan karena jurusan ini dirancang agar para lulusan nantinya memiliki berbagai kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia industri seperti kemampuan untuk memformulasikan masalah, mengidentifikasi solusi serta mengevaluasi hasilnya, dan juga kemampuan perancangan, pengoperasian, perbaikan dan optimasi sistem produksi barang maupun jasa. Teknik Industri (Industrial Engineering) berhubungan dengan perancangan, perbaikan dan instalasi suatu sistem yang mengintegrasikan manusia, bahan, alat, informasi, dan energi untuk memproduksi barang atau jasa secara efisien dan efektif. Disiplin ini juga mengupayakan pencapaian hasil secara optimal dan pengelolaan faktor-faktor produksi yang didukung pertimbangan kelayakan teknis dan socio-ekonomis, dengan mengutamakan peran manusia sebagai faktor produksi yang utama (Human Factor). Teknik Industri Universitas Mercu Buana terdiri dari 3 peminatan/konsentrasi: Sistem Manufaktur, Manajemen dan Sistem Industri, Sistem dan Manajemen Energi. 

Lama Studi
4 Tahun (8 Semester)

Prasyaratan 
Lulus SMA/K Sederajat Semua Jurusan 

Teknik Industri Universitas Mercu Buana terdiri dari 3 peminatan/konsentrasi :

1.    Sistem Manufaktur :Sistem Manufaktur adalah sebuah sistem yang memanfaatkan pendekatan teknik industry untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral yang terdiri dari manusia, mesin, material, energi, dan informasi melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam× Manufaktur ini antara lain adalah Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pemodelan Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik, dan Ergonomi.
2.  Manajemen dan Sistem Industri : Bidang keahlian× Industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis. Jenis bidang keilmuan yang dipelajari dalam× Industri antara lain adalah Manajemen Keuangan, Manajemen Kualitas, Manajemen Inovasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keputusan dan Ekonomi Teknik.
3.  Sistem dan Manajemen Energi: Bidang keahlian Manajemen Energi adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk mencapai tujuan menggunakan energi seminimum mungkin sementara tingkat kenyamanan dan tingkat produktifitas tetap dapat terpelihara.

Fasilitas Laboratorium
Untuk menunjang proses belajar mengajar maka disediakan beberapa fasilitas Laboratorium dan Studio sbb : 
  • Prestasi Mesin
  • Dasar Konversi Energi
  • Fenomena Dasar Mesin
  • Rangkaian Listrik 
  • CAD
  • CAM dan CNC
  • Dasar Sistem Kontrol
  • Elektro Pneumatic
  • PLC-FESTO 
  • Sistem Mikroprosesor
  • Mekatronika dan Robotika 
  • Dasar Elektronika
  • Proses Produksi 
  • Dasar Telekomunikasi
  • Statistik Industri 
  • Lab Simulasi & Pemodelan Sistem 
  • Lab Ergonomi, Perancangan Pabrik, dll


Staf Pengajar
Staf pengajar berlatar belakang pendidikan S2 dan S3 dari lulusan dalam negeri dan luar negeri, antara lain :
1.     Prof. Dr. Usman Sudjadi Dipl. Ing.
2.     Dr. Ir. Indra Putra A., DipTechs.,M.sc
3.     Dr. Ir. Abdul Hamid, M.Eng. 
4.     Ir. Dana Santoso M.Eng. Sc. Ph.D. 
5.     Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng. 
6.     Dr. Ir. Hamzah Hilal. 
7.     Dr. Ing. Mudrik Alaydrus. 
8.     Dr. Ing. Darwin Sebayang. 
9.     Dr. Mardani, M.Eng. 
10. Dr. Hatsari Mitsudharmadi, M.Eng. 
11. Ir. Torik Husein, MT. 
12. Ir. Herry Agung Prabowo, M.Sc. 
13. Ir. Farida MMA. 
14. Ir. Erry Rimawan, MBA. 
15. Ir. Muhammad Kholil, MT. 
16. Drs. Sonny Koeswara, M.Sc. 
17. Ir. Indra Almahdy, M.Sc. 
18. Ir. Rully Nutranta, M.Eng. 
19. Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc. 
20. Ir. Ariosuko DH, MT. 
21. Ir. Yudhi Gunardi, MT. 
22. Ir. Said Attamimi, MT. 
23. Ir. Triwisaksana, M.Sc. 
24. Ir. Badarudin, MT. 
25. Ir. Eko Ihsanto M.Eng. 
26. Ir. A.Y. Syauki, MBAT. Nanang Ruhyat, ST,MT. 
27. Ir. Denny Hadiwinata, M.Sc. 
28. Fina Supegina, ST,MT. 
29. Resa Taruna Suhada, S.Si,MT. 
30. Muhamar Khadafi, ST,MT. 
31. Amin Syukron, ST,MT. 
32. Alfa Firdaus, ST, MT. 
33.  Popy Yuliarty, ST, MT. 
34. Silvi Arianty, ST, MSc. 
35. Devi Norita, ST, MT Dr. 
36. Chuesnul Jagin Hendri, ST, MT. 
37. Slamet Riyadi ST, MT. 
38. Hayu Kartika, ST, MT. 
39. Niken Handayani, ST, MT. 
40. Aifrid Agustina, ST, MSi. 
41. Ir. R Bagus Yosan, MT. 
42. Fidiarta Andika, ST, MT. 
43. Ir. Edward Syarif, MT. 
44. Ir. M Ary Budi Yuwono, MM. 
TUJUAN 
1.     Lulusan Sistem Manufaktur dapat berkarir dibidang Production Engineer/Officer/Manager, Facility Layout and Plant Designer, Product Design and Development, PPIC Officer/Manager-PPIC: Production Planing and Inventory Control, Maintenance Officer/Manager.
2.     Lulusan Manajemen dan Sistem Industri dapat berkarir dibidang Business Excellence Team, Standard and Procedure Development Officers, MarketingManager, QA (Quality Assurance) Officer/Director, Process Planner, Operations staff until Directors.
3.     Lulusan Sistem dan Manajemen Energi dapat berkarir dibidang Plant Energy Manager, Building/Facility Energy Manager, Utility Energy Auditor, Utility Energy Analyst, Consulting Energy Engineer/Manager, DSM Auditor/Manager.


Sumber : http://www.mercubuana.ac.id/