Bab 5 Teori Produksi

(1) Apa yang dimaksud dengan Produksi?

Proses dimana input dirubah menjadi output (case and fare,2003), kegiatan menghasilkan komodit/barang atau jasa (lipsey,courant,and,ragan,1999)


Pendekatan Totalitas (Totalitas Approach)

Pendekatan Totalitas (Totalitas Approach)

Pendekatan totalitas merupakan pendekatan dengan cara membandingkan pendapatan total(TR) dan biaya total (TC). Pendekatan total(TC) adalah sama dengan jumlah unit output yang terjual (Q) dikalikan dengan harga output per unit (P), maka TR = P.Q . Sedangkan biaya total (TC) adalah samadengan biaya tetap (FC) ditambah dengan biaya variable(VC), maka

TC = FC + VC.

Dalam pendekatan totalitas biaya variable per unit output dianggap konstan sehingga biaya variable adalah jumlah output (Q) di kalikan dengan biaya variable per unit (v), maka VC=v.Q. Sehingga dapat disimpulkan bahwa

π=P.Q-(FC+v.Q)

Implikasi dari pendekatan totalitas ini adalah perusahaan menempuh strategi penjualan maksimum (Maximum Selling).Sebab semakin besar penjualan semakin besar laba yang diperoleh. Hanya saja sebelum mengambil keputusan, perusahaan harus menghitung berapa unit output yang harus diproduksi untuk mencapai titik impas. Kemudian besarnya output tadi dibandingkan dengan potensi permintaan efektif.

Q
P
TR
TC
Keuntungan Total
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
10
15
20
25
30
35
40
45
50
17
18,5
19,5
20,75
22,25
24,25
27,5
32,5
40,5
52,5
-12
-8,5
-4’5
-0,75
2,75
5,75
7,5
7,5
4,5
-2,5

Dari tabel tersebut produsen akan menjual produknya sebanyak 8 unit yaitu pada saat selisih antara TR dan TC adalah yang paling besar. Dengan tingkat harga yang terjadi di pasaran sebesar 5, maka produsen akan memperoleh keuntungan maksimum yaitu sebesar 7,5. 

Mencari Keuntungan Maksimum dengan Pendekatan Totalitas


Digambarkan dalam Bentuk Kurva




Perubahan Keseimbangan Pasar

PERUBAHAN KESEIMBANGAN PASAR
            Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahan disisi permintaan dan penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan harga, keseimbangan akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor cateris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran atau pendapatan untuk sisi  permintaan, keeimbangan tidak kembali ke titik awal.
  1. Pergeseran Permintaan
            Keseimbangan dapat bergeser, bila terjadi perubahan terhadap kurva permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa.Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor selain harga. Pergeseran kurva permintaan ditunjukkan dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Sebagai contoh mengenai permintaan Desi terhadap jeruk. Pada contoh menunjukkan bahwa berubahnya jumlah jeruk yang diminta Desi akibat dari perubahan harga jeruk itu sendiri. Bagaimana jika faktor lainnya seperti pendapatan Desi memengaruhi jumlah jeruk yang diminta? Apabila pendapatan Desi mengalami peningkatan, maka jumlah jeruk yang diminta pun juga akan meningkat. Namun ketika pendapatan Desi mengalami penurunan maka jumlah jeruk yang diminta akan turun. Seperti pada tabel di bawah ini



Apabila dari tabel di atas diubah dalam bentuk grafik, maka akan tampak seperti di bawah ini.



  1. Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Contoh dari tabel Penawaran :



jika dibuat kurva akan menjadi seperti gambar di bawah ini :



Perhatikan kurva di atas. Kurva bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Dengan demikian kurva penawaran mempunyai slope positif. Artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.

  1. Pergeseran Kurva Penawaran
            Sama halnya pada pergeseran kurva permintaan, kurva penawaran juga dapat mengalami pergeseran karena adanya perubahan faktor-faktor yang memengaruhi penawaran selain faktor harga. Bergesernya kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Kurva penawaran bergeser ke kiri, artinya jumlah penawarannya mengalami kenaikan. Namun, ketika kurva penawaran barang bergeser ke kiri, berarti terjadi penurunan penawaran barang. Misalnya diperkirakan harga jeruk bulan depan akan naik karena harga pupuk naik. Kenaikan harga jeruk menyebabkan penurunan penawaran jeruk. Sehingga ketika diperkirakan harga di masa depan naik, maka penjual akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya.
Tabel berikut ini yang akan menunjukkan jumlah jeruk yang ditawarkan Pak Heri sebelum dan sesudah kenaikan harga.



Tabel di atas jika dibuat grafik akan tampak seperti berikut ini:




            Perhatikan kurva penawaran di atas. Kurva penawaran S bergeser ke kiri menjadi S1. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penawaran akan jeruk mengalami penurunan. Penurunan kurva penawaran jeruk tersebut sebagai akibat dari meningkatnya harga pupuk. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dari salah satu atau lebih faktor-faktor yang dulu dianggap tetap, akan mengubah jumlah penawaran sekaligus menggeser kurva penawaran.

  1. Pergeseran Permintaan dan Penawaran
            Pergeseran dapat pula terjadi secara stimulan antara pemintaan dan penawaran. Misalakan pada saat kita krisis ekonomi yang melanda Indonesia dimana harga susu meningkat secara drastis. Apabila dianalisis secara seksama penyebab kenaikan harga ini dapat terjadi karena dua hal, pertama, karena pelemahan kurs rupiah pada saat itu mnyebabkan kenaikan biaya produksi dikarenakan komposisi bahan baku impor yang tinggi, kenaikan biaya produksi ini menyebabkan pergeseran kuv penawaran ke arah kiri (kurva penawaran menurun).

            Kedua, penyebab kenaikan harga kedua karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif pada saat itu, menyebabkan sebagian besar masyarakat mengambil keputusan untuk melakukan penimbunan barang sebagai upaya antisipatif kelangkaan barang, keputusan untuk menimbun barang ini menyebabkan kenaikan kurva pemntaan secra drastis (kuva ermintaan meningkat), atau kuva permintaan bergeser ke kanan atas. Pergeseran kurva penawaran ke kiri dan kurva ke kanan, menyebabkan kenaikan harga jeruk secara drastis.

Proaktif

Proaktif

Seseorang yang memiliki sikap proaktif selalu memiliki visi ke depan, memandang masa depan dengan penuh optimisme, selalu aktif dan memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Sikap proaktif cenderung mengarah pada tindakan ( action ) yang positif. Tindakan proaktif berbeda dengan tindakan reaktif yang hanya bisa mengumbar keluhan akan keadaannya.
Manusia yang proaktif selalu berpusat pada lingkaran pengaruh, dalam arti hidupnya selalu dipenuhi dengan kata “Menjadi”. Mereka menjadi lebih sabar, menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih penuh kasih sayang, menjadi pendengar yang baik. 

Pada dasarnya, manusia proaktif tidak hanya berangan-angan atau terbuai dengan mimpi mereka.  Namun mereka cenderung  take action untuk  mewujudkan mimpinya, penuh kreativitas, memiliki komitmen yang  kuat untuk meraih kesuksesan.

Adil

Adil



Kita harus mempunyai sifat atau karakter ini didalam setiap individu seseorang dan tidak memihak ke siapa-siapa. Karena saat ini keadilan sudah jarang ditemukan. Banyak keadilan bisa dibeli dengan uang atau disogok.

Keadilan penting karena itu tentang bagaimana caranya agar bisa meleraikan kedua permasalahan tersebut. Dan keadilan yang akan menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita harus melatih dengan diri sendiri untuk bisa adil agar kelak bisa menjadi orang yang adil.

Banyak petinggi-petinggi pejabat keadilan saat ini sudah sulit dipercaya. Karena tidak menjalankan keadilan dengan baik. Itu yang membuah masyarakat kurang percaya terhadap hakim ataupun jaksa.


Kita harus berkomitmen menjaga keadilan atau prinsip kita agar tidak mudah tergoda oleh apapun, termasuk uang atau wanita dalam menjalankan karakter ini. Tentu dengan keimanan yang kuat. Dengan cara terus memperkuat ibadah yang dilakukan terhadap sang maha pencipta.

Kerjasama

Kerjasama



Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan sendiri. Sesuatu yang telah ditetapkan ada kadarnya masing-masing. Ada kalanya semua yang diciptakan Tuhan pasti saling melengkapi antara satu dengan lainnya. Manusia memiliki keterbatasan saat ia harus mengerjakan pekerjaan berat seperti membangun rumah atau gedung sendiri ataupun mendirikan sebuah perusahaan sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk membantu aktifitasnya.


Kerjasama merupakan cara untuk kita dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat dan tidak mmbutuhkan tenaga dan pikiran yang banyak dibandingkan dengan bekerja sendiri. Disamping itu manusia merupakan makhluk sosial yang keberadaannya pasti membutuhkan bantuan orang lain. Kerjasama yang baik adalahh ketika kita dan partner dapat saling berbagi dan bertukar pikiran sesuai dengan konsentrasi yangg diperlukan dengan tidak berat sebelah. Kerjasama dapat memupuk rasa persaudaraan dan kebersamaan yang lebih kuat karena dalam kerjasama kita akan saling mengerti kekurang dan kelebihan satu sama lain dan saling melengkapinya.

Bersemangat

Bersemangat



Di dunia kerapkali manusia menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti. Manusia memiliki batas normal tertentu tentang sejauh mana mereka bisa menghandle dan menghadapi masalah tersebut. Manusia merupakan makhluk sempurna yang Tuhan ciptakan, namun kenyataannya manusia tidak sesempurna itu. Kadangkala manusia tidak luput dari rasa lelah, bosan, stress atau marah terhadap semua yang dihadapinya.

Pribadi setiap manusia memang berbeda-berbeda. Namun ada baiknya juka manusia menanamkan gairah untuk melanjutkan hidup yang tak terpatahkan, atau dengan kata lain “Bersemangat”. Bersemangat merupakan sebuah sikap dimana seseorang mampu mengendalikan diri untuk tetap berfikir positif sekaligus mampu memotivasi dirinya sendiri untuk dapat terus bangkit dan menghadapi segala rintangan.

Setiap orang tentunya dapat bersikap semangat untuk dirinya sendiri bahkan mampu juga untuk menyemangati orang lain. Memunculkan rasa semangat memang tidaklah mudah, kita sendiri yang dapat mengontrol diri untuk tetap melanjutkan hidup. Jika kita jatuh dan bangkrut, tidak ada yang dapat kita lakukan kecuali bangkit dan bersemangat memandang hari esok. Jika kita tidak semangat dalam belajar, bekerja bahkan beribadah, kita harus tetap bersemangat melakukannya dengan niat yang kuat karena suatu hari nanti kita akan menerima konsekuensinya. Jadilah generasi yang bersemangat karenna semangat tidak akan membuat kita rugi 0,0001% pun.


Salam Generasi Semangat :) :)!!!